Cara Pahami Size Chart sebagai Reseller
INFORMATIONAL
Digi_Team
2/18/2026


Retur Itu Bukan Nasib, Tapi Biasanya Salah Ukur
Banyak Reseller Pakaian Grosir mengira retur adalah bagian normal dari bisnis. Ada yang kebesaran, ada yang kekecilan, ada yang bilang “tidak sesuai ekspektasi”. Padahal, kalau ditarik ke akar masalah, sebagian besar retur terjadi karena satu hal sederhana: size chart yang tidak dipahami dengan benar.
Di marketplace, komplain soal ukuran termasuk tiga besar alasan pengembalian produk. Beberapa laporan industri e-commerce menyebutkan bahwa sekitar 30–40% retur fashion disebabkan oleh ketidaksesuaian ukuran. Angka ini bukan kecil. Setiap retur berarti biaya kirim ulang, waktu terbuang, dan rating yang terancam turun.
Bagi reseller pemula dan UMKM, memahami size chart bukan sekadar tambahan informasi. Ini strategi bertahan.
Size Chart Bukan Sekadar S, M, L
Kesalahan paling umum adalah menganggap huruf ukuran sudah cukup. Padahal, huruf hanyalah simbol. Yang penting adalah angka di baliknya.
Misalnya:
Lingkar dada
Panjang baju
Lebar bahu
Panjang lengan
Setiap supplier bisa punya standar berbeda. Ukuran “M” di satu tempat belum tentu sama dengan “M” di tempat lain. Inilah kenapa reseller perlu membaca detail ukuran dalam sentimeter, bukan hanya label huruf.
Dalam praktik Reseller Pakaian Grosir, edukasi ukuran justru menjadi pembeda antara toko yang dipercaya dan toko yang sering dikomplain.
Kenapa Size Chart Sering Diabaikan?
Ada beberapa alasan klasik:
Reseller malas membaca detail ukuran dari supplier.
Size chart tidak dijelaskan ulang di marketplace.
Tidak ada panduan cara mengukur badan pelanggan.
Padahal, pembeli online tidak bisa mencoba langsung. Mereka sepenuhnya bergantung pada informasi yang kita berikan.
Menariknya, toko yang mencantumkan size chart lengkap dan jelas cenderung memiliki rating lebih stabil. Transparansi meningkatkan rasa percaya.
Edukasi Ukuran Itu Bagian dari Branding
Sebagian reseller menganggap edukasi size chart membuat deskripsi terlalu panjang. Padahal justru sebaliknya. Ketika kita menjelaskan cara mengukur lingkar dada atau menyarankan toleransi 1–2 cm karena proses produksi, pembeli merasa lebih aman.
Dalam survei perilaku belanja online, konsumen lebih cenderung membeli dari toko yang memberi detail ukuran lengkap dibanding toko yang hanya mencantumkan huruf ukuran saja. Kepercayaan terbentuk dari detail kecil.
| Baca Juga: Mengapa Memilih Lemone Indonesia
Data Retur dan Dampaknya ke Rating
Mari kita bicara realistis.
Jika satu toko menerima 100 pesanan per bulan dan 15 di antaranya retur karena ukuran, itu berarti 15% komplain. Di marketplace, angka ini bisa berdampak langsung pada performa toko.
Rating turun sedikit saja bisa menurunkan visibilitas produk. Dan visibilitas berpengaruh pada penjualan. Artinya, memahami size chart bukan cuma soal ukuran. Ini soal algoritma marketplace juga.
Cara Membaca Size Chart dengan Benar
Sebagai Reseller Pakaian Grosir, ada beberapa langkah praktis:
1. Bandingkan dengan Produk Serupa
Jangan hanya membaca angka. Bandingkan dengan produk lain yang sudah pernah kamu jual. Apakah panjangnya lebih pendek? Apakah potongannya slim fit?
2. Perhatikan Toleransi Jahit
Dalam produksi massal, ada toleransi sekitar 1–2 cm. Jelaskan ini di deskripsi agar pembeli tidak menganggap selisih kecil sebagai cacat.
3. Kenali Karakter Bahan
Bahan stretch seperti spandex akan terasa lebih fleksibel dibanding katun non-stretch. Ini penting dalam menjelaskan kenyamanan dan fit.
4. Buat Versi Size Chart Sendiri
Reseller yang serius biasanya membuat visual ulang size chart agar lebih mudah dipahami. Ini terlihat profesional dan meningkatkan kredibilitas.
Psikologi Pembeli dan Ukuran
Menariknya, ukuran bukan hanya soal angka. Ada faktor psikologis.
Sebagian pembeli cenderung memilih ukuran lebih besar karena takut kekecilan. Sebagian lagi memilih ukuran biasa walau ragu, demi harga. Reseller yang memahami psikologi ini biasanya menyarankan ukuran berdasarkan tinggi dan berat badan, bukan hanya lingkar dada.
Kalimat seperti:
“Untuk tinggi 165 cm dan berat 55 kg biasanya cocok size M”
terlihat sederhana, tapi sangat membantu.
Mengurangi Retur Secara Sistematis
Jika kita rangkum, berikut strategi sistematis:
Cantumkan size chart detail dalam sentimeter
Tambahkan panduan cara ukur badan
Beri contoh rekomendasi ukuran
Jelaskan toleransi produksi
Sertakan informasi bahan
Langkah ini mungkin menambah sedikit waktu saat upload produk, tetapi efeknya signifikan dalam jangka panjang.
Peran Supplier dalam Akurasi Ukuran
Supplier yang profesional biasanya sudah menyediakan size chart jelas. Namun sebagai reseller, kita tetap perlu mengecek ulang.
Supplier yang konsisten dalam ukuran memudahkan reseller menjaga reputasi. Di sinilah pentingnya memilih mitra distribusi yang standar ukurannya stabil. Dalam rantai Reseller Pakaian Grosir, akurasi ukuran bukan hanya tanggung jawab pembeli. Ini kerja sama antara supplier dan reseller.
| Baca Juga: 5 Tools Penting untuk Reseller Grosir
Size Chart dan Repeat Order
Reseller yang minim retur biasanya memiliki pelanggan repeat lebih tinggi. Logikanya sederhana: jika ukuran pas di pembelian pertama, pembeli lebih percaya untuk order lagi.
Repeat order berarti biaya promosi lebih rendah dan profit lebih stabil. Jadi, size chart sebenarnya adalah fondasi loyalitas.
Jangan Anggap Sepele Detail Kecil
Sering kali kita fokus pada harga dan margin, tapi lupa bahwa kepuasan pelanggan dibangun dari detail seperti ukuran. Dalam bisnis fashion, margin bisa dikejar. Tapi reputasi sulit diperbaiki jika sudah rusak. Size chart yang jelas adalah investasi kecil dengan dampak besar.
Pada akhirnya, memahami size chart bukan hanya soal membaca angka, tetapi tentang menjaga kepercayaan pelanggan dan melindungi rating toko sebagai Reseller Pakaian Grosir. Ketika ukuran jelas, retur berkurang, dan pembeli merasa aman, bisnis pun bergerak lebih stabil tanpa drama komplain yang melelahkan.
Jika kamu ingin bekerja sama dengan supplier yang konsisten dalam standar ukuran dan mendukung reseller dengan informasi produk yang detail, sering kali langkah awalnya cukup sederhana, mulai percakapan lewat WhatsApp, kenali sistemnya, lalu tentukan sendiri apakah pola kerja yang lebih rapi itu cocok untuk perjalanan bisnismu bersama Lemone Indonesia.
| Baca Juga: Pertanyaan yang Sering Diajukan Reseller
Copyright © 2025 PT Lemone Surya Indonesia. All Right Reserved.
PT. Lemone Surya Indonesia
Lemone adalah perusahaan fesyen grosir fast-moving yang membantu reseller berjualan lebih mudah diserap pasar, dan konsisten melalui sistem produksi serta distribusi yang efisien.
Jam Operasional
Senin - Sabtu (Kecuali hari libur nasional)
07.00 - 16.00 WIB





